5 Karya Terbaik Dari Satoshi Kon

Membicarakan soal animasi Jepang atau yang terkenal dengan sebutan anime tentu tidak akan selalu ada habisnya. Anime ini termasuk ke dalam tontonan yang paling diminati karena mempunyai banyak cerita di dalamnya.

Jepang memiliki banyak sutradara animasi yang handal dan salah satunya Satoshi Kon. Dia merupakan penulis, sutradara, dan animator. Nilai cerita dari hasil karyanya cenderung kompleksitas, divine serta mencampurkan antara fantasi dan realita. Berbagai macam karyanya bahkan sering dijadikan kiblat dari sineas Hollywood.

Siapa Itu Satoshi Kon?

Satoshi Kon ini terkenal sebagai legenda di industri animasi Jepang. Sang animator ini besar di Hokkaido dan memulai karier awalnya sebagai asisten seniman dari manga terkenal Katsuhiro Otomo di tahun 1995 sebelum akhirnya tahun 1997 memulai debutnya menjadi animator.

Lewat animasi tentunya Satoshi Kon lebih mengeksplorasi genre fiksi ilmiah yang menjadi kecintaan. Kemampuannya meracik realita dan fantasi sehingga berhasil menjadi cerita yang kompleks serta jenius. beberapa karyanya yang menginspirasi sineas Hollywood seperti Paprika yang menginspirasi Christopher Nolan membuat Inception.

Karya Satoshi Kon

Sang legenda memang telah meninggal sejak 2010 lalu karena kanker pankreas. Walaupun begitu karya terbaik Satoshi Kon masih bisa kalian ketahui. Beberapa karya yang mempunyai visual mengagumkan serta premis jenius dan visioner sebagai berikut.

  1. Perfect Blue (1997) 

Perfect Blue ini menceritakan tentang Mima (Junko Iwao) yang merupakan seorang mantan idol. Mima mengambil keputusan keluar dari grup vokal yang sudah membesarkan namanya untuk kemudian mengejar impian menjadi seorang aktris.

Langkahnya untuk menjadi seorang artis tidak berjalan mulus karena ambisi, sosok misterius serta penguntit selalu menghantui serta mengancam keselamatannya. Sehingga cerita ini sangat menarik untuk dilihat.

Satoshi Kon memulai debutnya menjadi sutradara dengan mengharap film panjang yang merupakan produksi Madhouse Inc. dengan genre psychological-thriller. Walaupun premis yang ditawarkan tergolong pasaran akan tetapi Satoshi Kon berhasil untuk mengaksesnya dengan baik melalui kengerian serta teror pada sepanjang filmnya.

  1. Millennium Actress (2001) 

Perfect Blue berhasil meraih kesuksesan tidak hanya di Jepang saja namun juga kancah internasional. Satoshi Kon bekerja sama dengan Madhouse Inc. dengan membuat Millennium Actress dengan mengaburkan garis tipis di antara kenyataan dan halusinasi guna menghasilkan cerita kompleks serta visual ciamik.

Film ini menceritakan perjalanan dari seorang jurnalis dalam melakukan sesi wawancara bersama aktris legendaris bernama Chiyoko Fujiwara. Keduanya bersama mengarungi zaman bersama-sama melihat dan mengikuti perjalanan dari Chiyoko ketika memulai kariernya menjadi seorang aktris.

  1. Tokyo Godfathers (2003) 

Melalui film ketiganya ini Satoshi Kon mengeksplorasi lebih jauh perihal kemampuannya dalam menggarap film dengan genre drama-komedi serta mengangkat isu sosial ketika masa itu yang dianggap masih tabu dibicarakan.

Film ini berlatar belakang pada malam natal yang menceritakan tentang tiga orang tunawisma, pria paruh baya, seorang transpuan, dan juga remaja tanggung. Semua orang tadi terlibat dalam mengembalikan bayi perempuan ke orang tua yang ditemukan di tempat sampah.

  1. Paprika (2006)

Film ini adalah film terakhir yang dikerjakan oleh Satoshi Kon sebelum meninggal pada 24 Agustus 2010. Paprika diadaptasi dari novel karya Yasutaka Tsutsui, bahkan Paprika ini menjadi inspirasi dari film karya Christopher Nolan yaitu Inception.

Film ini berpusat pada tiga ilmuwan yaitu Shima, Tokita, dan Chiba yang mencari tahu siapa yang mencuri D.C Mini yang merupakan alat untuk membantu orang untuk masuk ke mimpi serta menjelajah alam bawah sadarnya.

Pencarian tersebut dibantu dengan detektif serta sosok misterius yang bernama Paprika. Mereka akan berusaha dalam merebut kembali alat tersebut agar nantinya antara kenyataan dan mimpi bisa terpisah kembali.

  1. Paranoia Agent (2004) 

Paranoia Agent merupakan satu-satunya series yang dibuat oleh Satoshi Kon pada sepanjang kariernya. Tidak hanya memiliki tugas sebagai sutradara namun Satoshi Kon juga ikut serta dalam pembuatan script yang telah mempunyai 13 episode ini.

Series ini berpusat ke warga kota dari penyerangan dari bocah laki-laki yang tidak dikenal dengan memakai tongkat baseball rusak. Detektif yang mengemban tugas tersebut tentunya harus berlomba bersama waktu supaya bisa dengan segera mengusut kasus sebelum nantinya bocah tersebut beraksi kembali.

Saat sedang berjuang melawan kanker yang dideritanya, Satoshi Kon sedang membuat proyek film yang berjudul Dreaming Machine. Masao Maruyama sang produser pada awalnya berniat menyelesaikan proyek film tadi sesuai dengan script yang telah dibuat Satoshi Kon.

Namun di tahun 2018 sang produser memutuskan melakukan penundaan pada proses produksinya hingga batas waktu yang belum diketahui sampai kapan.

Jadi itulah beberapa karya dari Satoshi Kon yang fenomenal dan banyak menjadi inspirasi para sineas dari Hollywood. Melihat kisah sang animator ini tentunya bisa kalian ambil pelajaran jika serius dalam suatu bidang dan bekerja keras maka hasil terbaik akan kalian dapatkan.