Pneumonia Saat Hamil: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Pneumonia merupakan kondisi yang bisa memengaruhi paru-paru, sehingga akan merasakan batuk, demam, dan kesulitan bernapas. Umumnya, gejala yang ditimbulkan ringan, maka bisa ditangani di rumah. Namun, tidak sedikit orang yang mengalami pneumonia memerlukan perawatan di rumah sakit.

Saat kondisi kehamilan, bisa muncul risiko pneumonia yang lebih tinggi dari orang biasa. Hal ini disebabkan ibu hamil secara alami kondisi fisik dan kesehatan melemah, sistem kekebalan tubuh yang lemah inilah membuat ibu hamil lebih rentan terserang infeksi dan penyakit.

Saat pneumonia mulai berkembang dan bisa menyebabkan komplikasi, kondisi ini dapat menimbulkan risiko yang serius bagi ibu dan bayi. Kasus parah, bisa menyebabkan kelahiran prematur dan berat badan bayi lahir rendah dan masih ada risiko lainnya.

Penyebab Datangnya Pneumonia Saat Hamil

Kondisi hamil pada perempuan membuat resiko pneumonia terjadi karena sebagian kekebalan alami menurun. Kondisi ini juga didukung dengan kondisi tubuh yang harus lebih keras dalam menopang bayi yang sedang tumbuh dan berkembang.

Ibu hamil juga sangat rentan bisa terserang flu dan bisa membuat penurunan kapasitas dari paru-paru. Kondisi inilah yang rentan dan membuat pneumonia datang menyerang,

Pneumonia bisa disebabkan adanya virus flu atau infeksi bakteri yang menyebar ke daerah paru-paru. Umumnya bakteri yang menyebabkan pneumonia antara lain :

  • Haemophilus influenzae
  • Mycoplasma pneumoniae
  • Streptococcus pneumoniae

Selanjutnya infeksi dan komplikasi virus yang bisa menyebabkan pneumonia, antara lain :

  • Influenza
  • Respiratory dristress syndrome
  • Varisela atau cacar air

Kondisi ibu hamil yang rentan dan bisa menjadi peningkatan risiko tertularnya pneumonia, apabila saat kondisi :

  • Saat sedang anemia
  • Mempunyai penyakit asma
  • Adanya penyakit kronis
  • Bekerja yang kontak langsung dengan anak kecil
  • Terlalu intens mengunjungi rumah sakit atau panti jompo
  • Sistem kekebalan tubuh sedang lemah
  • Seorang perokok

Gejala Pneumonia Pada Ibu Hamil

Selanjutnya, Anda perlu mengetahui bagaimana gejala yang timbul dari pneumonia itu sendiri. Pneumonia akan dimulai dari gejala yang umum yaitu flu atau pilek. Untuk ibu hamil pasti akan merasakan gejala seperti tenggorokan yang sakit, nyeri di tubuh, dan sakit kepala.

Pneumonia juga bisa memberikan gejala yang lebih buruk, yaitu :

  • Sulit untuk bernafas
  • Terasa menggigil
  • Adanya sakit pada dada
  • Alami batuk yang semakin parah
  • Merasakan kelelahan yang berlebih
  • Merasakan demam
  • Hilangnya selera makan
  • Pernapasan menjadi cepat
  • Mual dan muntah

Gejala pneumonia pada ibu hamil datang di antara usia kehamilan trimester. Namun ibu hamil baru menyadari gejala tersebut setelah beberapa hari kehamilan. Hal ini terjadi karena ibu hamil merasakan ketidaknyamanan yang lain, sehingga baru merasakan pneumonia dalam waktu yang lambat.

Harus Pergi Menemui Dokter?

Tentu saja, Anda perlu pergi menemui dokter yang memang ahli di bidang paru-paru ini. Terlebih jika Anda sudah sadar dalam waktu yang cepat, segera lakukan pemeriksaan. Semakin menunda maka bisa semakin tinggi risiko komplikasi yang terjadi.

Flu bisa menjadi salah satu pertanda kalau pneumonia muncul, terutama di waktu kehamilan. Oleh karena itu, pemeriksaan perlu dilakukan untuk mencegah infeksi yang semakin parah.

Dokter akan memberikan saran perawatan medis pada saat ibu hamil merasakan hal berikut ini :

  • Sakit pada bagian perut
  • Sakit pada bagian dada
  • Alami kesulitan dalam bernafas
  • Adanya demam tinggi
  • Muntah dalam waktu 12 jam
  • Mengalami pusing atau pingsan
  • Terjadi kondisi kebingungan
  • Merasakan gerakan bayi yang kurang

Oleh karena itu, saat melakukan pemeriksaan oleh dokter maka dokter akan melakukan diagnosis awal dengan cara :

  • Mendengarkan kondisi paru-paru
  • Melakukan sinar-X pada paru-paru
  • Membuat penilaian gejala dan riwayat kesehatan
  • Mengambil sampel dahak untuk dilakukan uji lanjutan

Diagnosis yang dilakukan oleh dokter inilah yang akan memberikan hasil apakah Anda membutuhkan perawatan medis lanjutan atau memang bisa disembuhkan secara alami dengan meningkatkan pola hidup yang lebih sehat.

Pengobatan dari Pneumonia

Setiap gejala atau penyakit yang datang pasti akan membutuhkan perawatan atau pengobatan. Pengobatan yang umum dilakukan untuk pneumonia yang dianggap bisa dilakukan pada kondisi ibu hamil adalah dengan mengkonsumsi obat antivirus dan juga dilakukan terapi pernapasan.

Jika kondisi ibu hamil mengalami pneumonia bakteri, maka dokter akan membuat resep untuk mengkonsumsi antibiotik dimana antibiotik sendiri tidak bisa mengobati infeksi virus. Dokter juga biasanya akan meresepkan obat pereda nyeri dan memang dijual bebas untuk mengurangi demam.

Kegiatan yang harus Anda ubah menjadi pola hidup yang baik adalah dengan tidur dan minum cairan yang cukup. Anda tidak boleh sembarangan mengkonsumsi obat tanpa adanya konsultasi dengan dokter, terlebih kondisi Anda yang sedang hamil. Hal tersebut bisa membahayakan janin Anda.

Adakah Kejadian Komplikasi dari Pneumonia?

Tentunya pneumonia merupakan penyakit yang parah dan bisa berujung pada penyebab terjadinya komplikasi yang bisa memberikan ancaman bahaya bagi ibu dan calon bayi apabila tidak segera ditangani.

Pneumonia pada ibu hamil bisa membuat kadar oksigen dalam tubuh turun, sebab kerja paru-paru melemah dalam menangkap dan mengarahkan oksigen ke seluruh tubuh. Bisa jadi kadar oksigen untuk bisa sampai ke rahim berkurang.

Kasus parah yang terjadi saat pneumonia selama kehamilan antara lain :

  • Bayi terlahir prematur
  • Berat badan bayi yang lahir rendah
  • Risiko keguguran
  • Adanya gagal nafas

Tidak perlu khawatir saat batuk yang keras dan terlalu banyak akan mengganggu dan membahayakan janin atau bayi Anda. Kondisi bayi yang ada di dalam tubuh dikelilingi cairan ketuban, dimana cairan inilah yang melindungi dari batuk, getaran, tekanan, bising, dan benturan ringan.

Pencegahan Pneumonia untuk Ibu Hamil

Tentu saja, pneumonia bisa dicegah dengan cara berikut ini :

  • Sering untuk cuci tangan
  • Lakukan istirahat yang cukup
  • Lakukan pola makan sehat, bergizi, dan seimbang
  • Lakukan olahraga yang rutin
  • Hindari kontak dengan orang sakit
  • Jangan merokok

Bahkan untuk ibu hamil sendiri disarankan untuk mendapatkan vaksin flu secara berkala untuk melindungi terhindarnya infeksi influenza.

Selesai sudah informasi pneumonia yang bisa terjadi pada ibu hamil. Ibu hamil memang mempunyai kondisi yang lemah dan harus benar-benar dijaga kondisinya. Jangan sampai Anda lalai dan terlambat mengetahui pneumonia terjadi pada diri Anda.

Telur Bebek Vs Ayam, Lebih Sehat Mana?

Anda lebih suka telur bebek atau telur ayam? Kedua telur tersebut sebenarnya memang sama-sama enak dan sering ada dalam menu hidangan makan sehari-hari. Jadi, Anda sudah terbiasa menemukan keberadaan kedua telur ini.

Hanya saja yang menjadi pertanyaan saat ini adalah lebih sehat mana, telur bebek atau telur ayam? Pasti Anda akan bingung menjawabnya jika tidak mempunyai dasar ilmu yang pasti. Kita hanya mengetahui kedua telur ini sama-sama bisa diolah digoreng atau direbus.

Ternyata telur bebek dan telur ayam mempunyai kandungan nutrisi yang berbeda. Inilah informasi menarik terkait lebih unggul telur bebek atau telur ayam.

Perbedaan dari Beberapa Sudut

Tidak bisa disimpulkan begitu saja terkait lebih sehat telur ayam atau telur bebek. Ada beberapa aspek yang bisa kita bandingkan dari telur tersebut. Inilah perbedaan dari telur bebek dan telur ayam dari beberapa sudut :

  1. Dilihat dari perbedaan fisik dan rasa

Secara kasat mata, kita sudah pasti bisa membedakan dan menangkap dengan jelas bentuk fisik dari telur ayam dan telur bebek.

Jika ditinjau dari bentuk ukuran, telur bebek jauh lebih besar dari telur ayam. Bisa diumpamakan menjadi satu telur bebek akan setara dengan dua telur ayam. Segi warna cangkang telur sendiri, telur bebek berwarna putih biru, sedangkan ayam oranye keemasan.

Warna kuning telur dari telur bebek lebih pekat daripada telur ayam. Selain itu, telur bebek jauh lebih memiliki tekstur yang empuk dari telur ayam. Untuk segi rasa, banyak orang yang mengatakan telur bebek lebih sedap namun kembali pada selera masing-masing.

  1. Dilihat dari perbandingan nutrisi

Sudah mengenali bentuk fisik dan rasa dari kedua telur tersebut, maka lanjut pada perbandingan nutrisi dari sumber protein dan lemaknya.

Hasil riset menunjukkan bahwa telur ayam dan telur bebek sama mengandung kolina, fosfor, riboflavin, vitamin A, selenium, dan vitamin B12. Pada bagian putih dan kuning juga kaya dengan peptida bioaktif untuk meningkatkan kesehatan optimal pada manusia.

Walaupun memiliki persamaan, telur bebek jauh lebih besar dalam menyimpan kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan telur ayam. Terutama untuk kandungan asam folat, zat besi, dan vitamin B12. Vitamin B12 ini berfungsi untuk membangun DNA dan produksi eritrosit.

Jika dilihat dari segi putih telur, telur ayam lebih menang karena terdapat lebih banyak protein, yaitu ovalbumin, lisozim, dan konalbumin. Protein-protein inilah yang bekerja sama dengan protein lain dalam telur untuk menciptakan antioksidan guna mencegah infeksi mikroba dan kanker.

  1. Kelebihan dari telur ayam dan telur bebek

Setiap telur pasti mempunyai kelebihannya tersendiri untuk kesehatan. Telur ayam dan telur bebek sama-sama mempunyai kandungan vitamin D dengan kisaran 8 hingga 9% dari angka kecukupan gizi (AKG) harian dalam konsumsi 100 gram.

Dengan adanya keberadaan vitamin D ini, dijamin tubuh Anda tidak akan kekurangan kebutuhan vitamin D.

Ketika Anda mengkonsumsi kedua telur tersebut, baik telur ayam atau telur bebek maka Anda bisa merasakan manfaat seperti :

  • Nafsu makan yang jauh lebih terkontrol
  • Rasa kenyang yang lebih lama
  • Asupan kalori berkurang
  • Bisa menurunkan berat badan

Saat Anda mengkonsumsi 10 hingga 20% protein telur ayam, maka Anda bisa mengalami penurunan berat badan hingga 30% lebih besar daripada Anda diet mengonsumsi protein kasein pada susu.

  1. Dilihat dari tinggi Omega-3

Kuning telur merupakan sumber asam lemak yang esensial. Telur bebek memang mengandung asam lemak omega-3 yang mampu membantu menjaga kesehatan jantung, meredakan depresi, mencegah obesitas, dan mencegah kanker.

Telur bebek juga bisa dijadikan menu alternatif bagi orang-orang yang alergi atau sensitif terhadap makanan. Telur bebek mengandung ovomukoid yang merupakan protein allergen makanan utama yang terdapat pada putih telur dan ini juga terdapat pada telur ayam.

  1. Dilihat dari segi sifat antioksidan

Ternyata pada bagian putih telur bisa memberikan perlindungan terhadap bakteri yang menyerang dan dapat mengganggu perkembangan embrio dalam telur.

Telur bebek memiliki aktivitas antimikroba yang lebih tinggi terhadap Salmonella dibandingkan telur ayam. Sehingga telur bebek lebih minim resiko terpapar bakteri Salmonella. Tetap saja, telur bebek harus dikonsumsi matang untuk menghindari bakteri masuk ke dalam tubuh

Bisa disimpulkan, untuk kandungan nutrisi memang lebih kaya telur bebek daripada telur ayam. Oleh karena itu, jika Anda membutuhkan asupan nutrisi yang lebih menyehatkan bisa memilih telur bebek. Namun, bagi Anda yang membutuhkan asupan lebih terkait protein maka cocok sekali memilih telur ayam.

Namun secara pasaran, telur ayam menjadi permintaan yang lebih besar dan banyak daripada telur bebek. Alasan dari terjadinya hal tersebut antara lain :

  • Telur ayam mudah ditemukan di pasaran

Kita bisa menemukan telur ayam di warung mana saja, mulai dari kelontong, tradisional, hingga supermarket.

  • Kebutuhan telur ayam untuk acara besar

Pada acara besar akan dipilih telur ayam untuk menu lauk utamanya.

  • Harga jauh lebih terjangkau

Tentu saja, harga telur ayam lebih terjangkau daripada telur bebek. Telur ayam biasanya akan dijual kiloan, namun telur bebek akan dijual eceran.

  • Lebih rendah kalori telur ayam

Telur ayam mempunyai kalori 162 kalori sedangkan telur bebek sebesar 189 kalori.

  • Adanya kandungan lemak jenuh

Lemak jenuh pada telur ayam lebih rendah yaitu 1,56 gram daripada telur bebek yaitu 5,1 gram.

Oleh karena itu, untuk keseharian, orang-orang memilih mengkonsumsi telur ayam daripada telur bebek. Namun alangkah baiknya, untuk menjaga asupan lebih sehat, kita juga harus tahu kebutuhan gizi yang dibutuhkan tubuh sehingga bisa memutuskan untuk mengkonsumsi telur yang mana.

Mana Yang Sehat, Smoothie Atau Jus?

Anda pasti sudah mengenal smoothie dan jus bukan? Keduanya sama-sama merupakan minuman sehat yang juga terasa menyegarkan. Kedua bentuk jenis minuman ini juga memiliki khasiat yang sama yaitu bisa menyehatkan tubuh sebab keduanya terbuat dari buah dan sayuran pilihan.

Jadi, jangan heran jika banyak orang yang rutin mengkonsumsi minuman smoothie atau jus dengan alasan alternatif untuk mencukupi kebutuhan gizi harian. Hanya saja apakah Anda tahu manakah yang lebih sehat dan baik untuk tubuh? Smoothie atau jus ya?

Ungkap Dari Beberapa Sisi, Sehat Smoothie atau Jus

Tentu saja keduanya menyehatkan dan kita pasti akan bingung untuk memilihnya. Oleh karena itu, informasi ini akan mengulas dan mengungkap bentuk manakah yang lebih sehat dilihat dari beberapa sisi atau aspek.

Inilah aspek yang bisa dijadikan pertimbangan untuk Anda, yaitu :

  1. Aspek rendah kalori

Untuk aspek ini jus mempunyai kalori yang lebih rendah dari bentuk smoothie. Dengan alasan jus yang dibuat dengan buah atau sayur bahkan kombinasi keduanya hanya akan membutuhkan tambahan gula dengan jumlah yang sedikit sebagai pemanis.

Selain itu, tekstur dari smoothie jauh lebih padat daripada jus. Hal ini terjadi karena dalam pembuatan smoothie akan membutuhkan seperti yoghurt, susu, selai kacang, madu, cia seed, bubuk protein, tahu sutera, dan es krim sebagai pengental.

Bahan itulah yang akhirnya mendongkrak nilai kalori dalam satu gelas smoothie jauh lebih besar daripada jus, sehingga kurang cocok dijadikan minuman saat makan besar karena bisa menggandakan asupan kalori. Oleh karena itu pembuatan jus disarankan tidak terlalu banyak menambahkan gula di dalamnya.

  1. Aspek tinggi protein

Jika dilihat dari aspek tinggi protein maka smoothie pemenangnya. Hal tersebut dikarenakan kandungan protein dalam smoothie yang banyak bahan pengental memberikan nilai protein lebih besar daripada jus.

Ini cocok untuk Anda yang sedang membutuhkan tambahan protein tinggi, maka smoothie bisa menjadi pilihan minuman keseharian Anda. Namun, jika protein dalam tubuh Anda sudah cukup, maka disarankan dalam bentuk jus saja.

Smoothie yang dibuat dengan menambahkan bahan lain tersebut mempunyai penambahan protein dari sekedar buah dan sayur saja. Dengan begitu, dalam satu gelas smoothie bisa mengandung asupan gizi yang melimpah.

  1. Aspek tinggi serat

Serat adalah komponen yang dibutuhkan untuk memperlancar sistem pencernaan, sehingga Anda bisa terhindar dari sembelit, bisa membuat Anda merasa kenyang lebih lama, mengontrol gula darah, dan mengontrol kolesterol.

Jika dilihat dari aspek ini, kedua bentuk tersebut sama-sama minum kadar seratnya. Namun jika harus tetap dilakukan perbandingan maka smoothie jauh lebih tinggi mengandung serat daripada jus.

  1. Aspek membuat kenyang

Terakhir dilihat dari aspek yang bisa memberikan rasa kenyang saat dikonsumsi. Jelas saja, smoothie menjadi pemenangnya karena mempunyai kepadatan isi dan nutrisi. Smoothie jauh lebih mengenyangkan dan bisa lebih tahan lama merasakan lapar.

Serat dalam bentuk smoothie inilah yang bisa membuat kenyang lebih cepat, bahkan protein juga bisa membantu menjaga perut menjaga kenyang dalam waktu yang lama. Jus tidak terlalu berefek dalam memberikan rasa kenyang setelah di konsumsi.

Smoothie sendiri mempunyai kalori kisaran 400 kkal saat dikonsumsi dan memang benar bisa membuat lebih terasa cepat kenyang.

Jadi kesimpulannya, kedua bentuk ini memang mempunyai keunggulannya masing-masing namun tetap satu tujuan sebagai minuman sehat bagi tubuh. Sebenarnya Anda bisa memilih bentuk tersebut sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda sendiri.

Smoothie bisa menjadi makanan yang disajikan di pagi hari untuk pengganti sarapan yang padat zat gizi dan mengenyangkan. Jus bisa menjadi minuman selingan saat Anda sedang makan.

Hal yang perlu diingat adalah bentuk jus dan smoothie sebaiknya tidak hanya lebih diutamakan daripada mengkonsumsi makanan buah dan sayuran segar secara langsung. Dengan alasan saat minum jus atau smoothie, semua zat gizi akan lebih mudah terserap dan bisa membuat gula darah melonjak naik.

Gula darah yang naik bisa membuat kadar lemak Anda juga ikut meningkat, hal inilah yang menjadi tidak baik bagi kesehatan tubuh dalam jangka waktu yang panjang.

Perhatikan Saat Membuat Jus atau Smoothie

Saat membuat jus atau smoothie, Anda juga perlu memperhatikan hal-hal berikut ini :

  • Pemilihan buah dan sayuran yang segar atau tidak busuk
  • Pemilihan buah atau sayuran sesuai kandungan yang dibutuhkan dalam tubuh
  • Perhatikan penambahan bahan lainnya di dalamnya sudah sesuai kebutuhan tubuh atau belum
  • Buat jadwal untuk mengkonsumsi jus atau smoothie

Itulah yang harus Anda perhatikan kembali saat Anda memang ingin membuat jus atau smoothie. Pastikan Anda juga sudah mengetahui kebutuhan apa yang dibutuhkan oleh tubuh Anda. Dengan begitu, Anda bisa mengontrol konsumsi jus atau smoothie.

Mata Belekan? Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Belek berlebih bisa terjadi akibat adanya peradangan, infeksi, penggunaan lensa kontak, bahkan trauma pada mata. Jika ini terjadi pada Anda, maka segera mungkin melakukan pemeriksaan diri ke dokter. Terlebih belek yang dihasilkan menumpuk dan membuat penglihatan menjadi buram.

Setiap kita bangun dari tidur, pasti semua orang akan mendapati adanya belek pada sudut mata. Kondisi ini memang sangat wajar terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan secara berlebih. Namun ada kasus mata belekan yang disertai dengan adanya gejala yang tidak biasa.

Gejala tersebut bisa saja berubah menjadi ancaman serius jika tidak ditangani secara cepat dan tepat. Ternyata dibalik keberadaannya yang sangat mewajarkan namun jika sudah berubah menjadi mengganggu, lebih baik periksa untuk menghindari hal yang berbahaya lainnya untuk mata kita.

Gejala Adanya Mata Belekan

Daripada Anda bingung belekan seperti apa yang bisa membahayakan, inilah gejala yang harus Anda curigai jika itu pertanda memang ada infeksi pada mata yang serius. Gejala yang terjadi antara lain sebagai berikut :

  • Belek berlebih hingga menumpuk
  • Belek berwarna hijau atau kuning dan teksturnya pekat serat lengket
  • Pandangan atau penglihatan menjadi buram
  • Mata terasa sakit untuk melihat
  • Merasakan sensitif terhadap cahaya
  • Mata kemerahan dan adanya pembengkakan

Gejala tersebutlah yang harus Anda waspadai dan curigai, jika itu bukan belekan seperti biasanya.

Penyebab Dari Mata Belekan

Selanjutnya adalah Anda perlu menganalisa awal penyebab dari mata belekan yang terjadi pada diri Anda. Banyak penyebab yang bisa membuat mata belekan berlebih, yaitu :

  1. Peradangan atau Konjungtivitis

Penyebab pertama bisa terjadi pembengkakan pada konjungtiva, yaitu membran tipis bening yang melapisi pada permukaan bagian dalam kelopak mata. Peradangan ini membuat bagian putih menjadi merah dan menghasilkan belek berlebih hingga mata sulit dibuka.

Penyebab terjadinya ini biasanya karena virus dan bakteri. Terkadang ada juga yang disebabkan karena reaksi alergi.

  1. Peradangan Blepharitis

Blepharitis ini merupakan peradangan pada kelopak mata yang membuat mata merah. Peradangan ini disebabkan karena produksi minyak abnormal dari kelenjar Meibomian di tepi bagian dalam kelopak mata.

  1. Infeksi pada sakus lakrimalis atau Dacryocystitis

Infeksi ini terletak di antara sudut bagian dalam kelopak mata dengan hidung. Penyebabnya karena adanya penyumbatan pada saluran air mata. Orang yang mengalami ini akan menunjukkan gejala, yaitu :

  • Mata berair
  • Mata merah
  • Belek lengket
  • Penglihatan kabur
  1. Timbilen atau bintitan

Timbilen sendiri merupakan infeksi yang terjadi pada tepi kelopak bagian atas atau bawah yang disebabkan karena bakteri. Gejala yang ditimbulkan adalah mata kemerahan, nyeri, dan gatal pada area yang terinfeksi.

Selanjutnya secara perlahan berubah menjadi pembengkakan yang disertai dengan mata berair, kemudian muncul benjolan nanah kecil pada atas kelopak mata yang terinfeksi.

  1. Ulkus kornea atau luka terbuka

Ulkus kornea bisa muncul karena berbagai macam, hanya saja umumnya disebabkan karena trauma pada mata atau infeksi mata yang tidak diobati. Jika ini terjadi dan tidak kunjung diobati maka bisa menimbulkan ancaman yaitu kehilangan penglihatan atau buta.

Biasanya orang yang mengalami ini akan merasakan mata sakit, kemerahan, pandangan kabur, kelopak mata menjadi bengkak, dan mata belekan. Kasus terparahnya adalah belek bisa menutupi kornea dan mengganggu penglihatan.

  1. Adanya sindrom dari mata kering

Mata kering adalah kondisi mata yang kekurangan cairan karena kelenjar mata yang diproduksi hanya sedikit dan akibatnya air mata mudah menguap karena ada disfungsi dari kelenjar Meibomian.

Gejala yang sering dirasakan adalah mata menjadi merah, terasa panas dan sakit, penglihatan menjadi kabur, mata terasa berpasir, dan timbul sensasi mata kemasukan benda asing.

  1. Penggunaan lensa kontak

Lensa kontak juga bisa membuat infeksi mata karena mata mudah kering, iritasi dan adanya sensasi rasa gatal. Jika Anda menemukan belek saat menggunakan lensa kontak, maka lepaskan saja lensa kontak dan lakukan pemeriksaan kondisi kesehatan mata Anda.

  1. Adanya trauma mata

Trauma mata bisa terjadi karena sengaja atau tidak sengaja. Biasanya benda asing yang masuk, terkena benda tumpul atau tajam, adanya paparan bahan kimia, paparan uap panas bisa menimbulkan mata menjadi belekan.

Luka yang ditimbulkan dari trauma mata ini juga bisa memberikan dampak yang berbagai macam. Gejala yang dirasakan adalah munculnya nanah atau belek.

Itulah penyebab yang sering terjadi dan menimbulkan mata menjadi belekan berlebih. Penyebab itu harus Anda deteksi dari awal dan lakukan pemeriksaan kesehatan mata Anda untuk menghindari dampak yang lebih buruk.

Cara Mengatasi Mata Belekan

Jika terjadi dalam waktu yang tidak memungkinkan untuk langsung periksa ke dokter, maka Anda bisa mengatasinya secara mandiri sebagai pertolongan dini. Inilah langkah yang bisa Anda ikuti, yaitu :

  • Kompres mata dengan air hangat selama beberapa menit dan seka dengan lembut untuk menghilangkan belek berlebih di mata
  • Jangan terlalu sering melakukan kontak fisik dengan mata untuk menghindari penyebaran infeksi
  • Sering untuk melakukan cuci tangan
  • Singkirkan perlengkapan kosmetik yang berkaitan dengan daerah mata
  • Gunakan obat tetas mata
  • Jika dipicu karena alergi maka coba untuk cari tahu alergi apa yang sedang terjadi
  • Jika karena lensa kontak, maka lepaskan lensa kontak Anda

Itulah rangkaian dari proses mengatasi mata belekan secara mandiri. Selanjutnya Anda perlu memeriksakan diri Anda ke dokter untuk mengetahui kesehatan mata Anda. Jangan sampai menunda pemeriksaan mata Anda demi kenyamanan mata Anda dan menghindari kejadian buruk terjadi.